18.26
KEREEEN !!!
Hari ini keren banget. Menakjubkan.
Pertama, pukul 12.00 aku, Nia, Amy, wita, rani, bianca, euis siap siap untuk pulang. Harusnya hari ini rapat BEMJ Departemen Kaderisasi, tapi beritanya simpang siur dan engga pasti. Rencana awal jam 14.30 dan berhubung sekarang masih jam 12.00 jadi aku memutuskan untuk pulang. Selama perjalanan diselingi obrolan dan tawa, tak kutemukan kakak kakak BEMJ. Niat sudah dikumpulkan untuk pulang, ah bahkan jiwaku tak lagi di sana. Kemudian sampai di stasiun sudirman, tak perlu lama menunggu kereta aku, Euis, Bianca, Rani segera naik kereta.
Di sinilah cerita dimulai. Handphone ku berdering lama, tanda ada telepon masuk. Tanpa melihat nomor aku angkat saja, ternyata itu telepon dari salah satu kakak Kaderisasi, dan dia menanyakan aku sedang dimana. Mungkin karena aku terlalu jujur atau bahkan polos, aku menjawab di manggarai. Dan kamu tau? Aku diminta untuk berbalik arah menuju kampus atau dia jemput di manggarai. OH NOO!! kau tau apa rasanya kan? Udah seneng seneng ingin pulang, sudah memikirkan mau beli pop ice, dan sebagainya, daann..... Aku disuruh ke kampus lagi atau aku turun manggarai nanti dijemput -_-. Miris banget. Dan aku menyanggupi untuk kembali lagi ke stasiun sudirman. Di sekitar stasiun aku dijemput sama salah satu seniorku. Berakhirlah aku dengan rapat kaderisasi di kampus.
Kedua, selesai rapat pukul 15.00 aku dan Anna sudah bergegas pulang, sebelum ditanya hal lainnya. Aku kembali bersemangat, tiba tiba keinginan untuk membeli jajanan gorengan yang baru buka. Setelah membeli, aku melanjutkan perjalanan menuju stasiun sudirman. Sesampai disana, aku bergegas menuju peron 2 dan kudapati kereta Feeder manggarai tlah menanti. Segera saja aku naik, berfikir nanti naik lagi kereta meuju bogor dari manggarai. Kereta sangat cepat, aku merasa tambah senang. Seperti keberuntungan memihak, tapi aku tak seberutung itu saat kereta terkena sinyal masuk manggarai. Memang sudah biasa, untuk kereta dari sudirman terkena sinyal masuk manggarai terlama selama 15 menit. Tapi tunggu.. 30 menit berlalu, masih tidak ada pergerakan. 45 menit berlalu, masih tetap diam. Puncaknya 90 menit, baru kuketahui adanya kerusakan pada kabel atas kereta. Mungkin sebentar lagi akan selesai, tapi ini tidak sebentar sudah hampir 120 menit aku duduk menunggu. Udh tidur, ngemil, membalas pesan, update path, baca buku, tidur lagi, kereta belum juga jalan. Dan ibu ibu di peron sebelah sudah mengeluh, jurus ampuh yang membuat pintu darurat dibuka. Hahaha, setidaknya aku tidak mati bosan di dalam. Akhirnya seluruh penumpang yang sangat sedikit turun dari kereta. Pengalaman yang menarik adalah kami berjalan bersama menuju peron manggrai. Aku ku posting fotonya, agar kau tau seberapa jauh.
Aku melangkah dengan pelan, memastikan tidak ada moment yang terlewatkan. Aku akan mengingat ini, mengingat Langkahku di rel kereta. Hal yang sudah kutinggal lama. Terakhir aku seperti ini saat aku balita, kisaran umur 3-4 tahun. Bahkan dulu aku tidak mau makan jika tidak berdiri disamping rel sambil melihat kereta. Dulu rumah nenek begitu dekat, keluar gang langsung bangunan yang menutupi rel kereta. Dulu tidak seperti ini, dulu bahkan tidak ada yang terfikirkan untuk mengabadikan moment di kamera handphone. Sekarang? Bahkan semua orang mengabadikan di kamera handphone, dan mengupdate di media sosial. Memberitau keseluruh dunia bahwa mereka ada di moment itu. Well aku pun mengabadikan, tapi hanya untuk keperluan dokumentasi blog. Oke next, aku melangkah ditengah rel. Dari barisan terdepan hingga aku adalah penumpang terakhir yang berjalan sampai kereta membunyikan klakson untuk aku menepi saat berjalan. Saat mendekati peron, kusempatkan untuk memuat badan, berbalik dan menatap lebih lama moment yang tlah ku lewatkan. Ada kereta yang tadi aku naiki, di depannya ada orang orang yang sedang membetulkan kerusakan. Aku baru tau mereka menggunakan tangga yang dibawahnya orang memegang untuk menjadi tumpuan, mengerikan sekali.
Setelah sampai peron langsung datang kereta menuju bogor. Akhirnya tidak terlalu penuh, setidaknya aku bisa bernafaskan lega. Eh tunggu!! Keretanya tidak selenggang yang kurasakan, sesampainya di stasiun Tebet banyak ah tidak... Tapi sangat banyak. Sampai setasiun selanjutnya dan selanjutnya. Jujur, selama hidupku menaiki kereta baru kali ini aku benar benar remuk bukan lagi menjadi pepes. Sebenarnya penuhnya tidak seberapa, tapi mungkin karena aku naik di gerbong kereta khusus wanita. Jadinya kau taulah, bagaimana jika segerbong bersama ibu ibu yang repotnya minta ampun. Turun dari kereta, badanku langsung lemas dan lebam didorong dorong. Oh No. Mereka tak pernah bisa sabar.
Tapi kau tau, seburuk dan menakutkan ya dunia kereta. Aku benar benar mencintai kereta. Aku mencintai stasiun dengan ke pengapan saat aku berangkat dan pulang kuliah. Aku mencintai pemandangan melihat orang orang berlalu lalang, melihat berbagai karakter manusia. Merasakan berdesakan desakan, bau khas kereta yang kusuka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak