Minggu, 27 September 2015

Tak seharusnya

Kamar, 27 September 2015
06.51

Untuk beberapa waktu lalu, aku merasa resah sendirian..

Bagaimana tidak, salahku tlah kembali berulah. Tak seharusnya itu kamu, sayang. Tak seharusnya rinduku menuju kamu, berotasi di kamu, dan berputar di duniaku. 

Tak seharusnya itu kamu, Sayang. Tak sekali aku berjalan meninggalkanmu pergi. Tak pernah sekali, tapi berkali kali aku harus mencoba dari 'nol' kembali. Apa yang salah? Mungkin hari baik yang kau buat terlalu berbekas, hingga kau tak bisa pergi lekas. 

Tak seharusnya itu kamu,Sayang. Aku bukanlah wanita yang suka berkhayal, terlebih tentang waktu yang kusebut kenangan. Tapi denganmu, aku seperti wanita meminta perhatian. Aku tak pernah sendirian, apalagi kesepian. Tapi denganmu aku seperti tak pernah bisa berpergian. 

Sekali lagi tak seharusnya itu kamu, Sayang. Aku tak pernah baik untuk ke depan, jika seperti ini terus menerus. Aku tak akan menghakimi, memori yang tlah berlalu pergi. Aku siap melangkah, aku harus berpindah.

Endang Rachmawati 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...