20.55
Hari ini ekspedisi memindahkan 2015 ke E telah berlangsung di hari kedua. Seperti biasa pembicaraan kami ringan saja, dan lebih memainkan alam bawah sadar mereka. Menjelaskan dan memaparkan fakta fakta dan kemungkinan lainnya
Menyedihkan sekali adik adik saya, terutama di kelas G. Mereka adalah satu satunya kelas yang terasing kan, berada di gedung fakultas ilmu pendidikan saat kelas lainnya menikmati ruangan baru di gedung baru UNJ bernama gedung kartini atau IDB. Naas bahkan untuk mahasiswa BARU, tak geratis pulalah mereka berkuliah. Tapi kelas mereka kekurangan bangku. Hampir setengah dari mereka duduk di lantai. Naas sekali, untuk perguruan tinggi negeri, di Jakarta, tak mereka terima geratis, tapi bangku saja tak mencukupi. Seharusnya jika tau seperti ini, tidak seharusnya birokrat membuka lebar dengan menyediakan 7 kelas kosong. Lihat sekarang? Seakan semua dipaksa dengan sekelas ada yang hampir 45 orang. Tidak masuk akal untuk seorang mahasiswa dengan teman teman sebanyak itu di kelas. Ini bahkan bukan sekolah, yang harus diikuti segala macam peraturannya. Ini adalah universitas, dunia kampus. Membodohi manusia yang pergerakannya ditakuti, tapi dibiarkan memahami dengan mengatakan sedang dalam perubahan lebih baik.
Saya tak mengerti, mengapa kampus saya bisa membuat saya merasa malu untuk mengakuinya. Merasa malu untuk mendeklarasikan dengan bangga.
Lebih baik terpisah, daripada dipaksakan untuk lebih banyak sabar karena aturan dan perilaku yang bahkan tanpa disadari hanya merusak budaya pgsd kami.
Endang Rachmawati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak