18.00
Hari pertama..
Senin, 31 Agustus 2015 adalah hari pertama aku menemui mereka. Tidak dalam balutan almamater dan berkalungkan kartu tanda kepanitiaan Masa Pengenalan Akademi UNJ 2015. Senang rasanya mengunjungi mereka kembali tapi dengan hal baru, yaitu sebagai kakak. 320, jumlah yang tak sebanding dengan kepanitiaan kecil yang kami bentuk. Ah semoga aku ingat untuk berfoto dengan mereka, agar kau dapat mengetahui siapa saja yang bersamaku dalam satu misi, mengembalikan teman teman 2015 ke Kampus E.
You know, ini seperti melakukan pergerakan action di novel yang suka kubaca. Kau memerlukan stok keberanian yang besar, Ketahanan mental, dan ketepatan dalam strategi. Hal pertama yang kami lakukan adalah pencarian data. Disini aku yang bertugas mencari data terkait 2015, lebih tepatnya aku, Iqbal, Anna, Taufik yang turun langsung menghadap teman teman 2015. Ingin sekali ku menulis maba saja, tapi slalu diperingatkan sama ka Novan jika ada yang berkata maba. --" jadi bisa kita biasakan untuk menyebut teman teman 2015, karena jika aku menyebut maba aku disuruh membaca buku memanusiakan manusia -_- berat..
Di sana kami menyampaikan banyak hal terkait budaya pgsd NO KAOS NO JEANS NO SANDAL, terkait kenyamanan mereka di kampus A, pengisian krs dan permasalahannya, membicarakan dosen, dan lainnya. Mungkin awalnya kami hanya ikut ikutan, terlebih saya dan Anna adalah kaderisasi dan iqbal advokasi. Kami akan gagal jika 2015 tidak secepatnya kembali ke E. Karena tugas kami sebagai eksekutive adalah melayani mahasiswa baru. Jika bahkan kami gagal untuk mengembalikan mereka ke tempat semestinya, silahkan lupakan segala proker dan rangkaian kegiatan yang telah berteriak ingin diperhatikan, kami gagal. Kami telah gagal menjadi kaderisasi dan kami telah gagal menjadi Bem. Oh ya advokasi itu bagian kemahasiswaan, mereka sangat diperlukan dalam ekspedisi pengembalian 2015 ke kampus E.
Oh ya team kedua itu bagian yang berbicara ke birokrat. Itu sudah bukan tugas saya lagi, itu adalah tugas ka novan, ka Latief, Iqbal, ka setyo, ka Imam. Sebenarnya semua dosen sudah setuju dengan rencana kami memindahkan mereka ke kampus E. Tapi kau tau? Ada satu dosen ia adalah pembantu rektor yang kuasanya lebih besar dari jumlah dosen yang ada. Sebut aja bu Iva. Ah bahkan kukesal sekali, sepertinya sudah lama ia mengajar di pgsd tapi baru tau kalau pgsd memiliki budaya pakaiannya sendiri. Ia bahkan ingin merombak dan membebaskan pakaian di pgsd. Dia tak tau? Susah payah kami menerapkan budaya itu, bahkan ketua jurusan kami tak berkutit di depannya. Tapi ada satu kelemahan dia, dia luluh sama cowo ganteng. Hahahaha, semoga saja sebagian stok cowo ganteng di BEMJ yang diserahkan untuk membujuk ia agar mensetujui rencana kami. Ia akan lemah dengan cowo ganteng tapi ia akan galak dengan cewe cantik. Jadi aku tau diri untuk tidak mencoba berbicara padanya. Hahaha oke next.
Dari pembagian team tersebut, berharap saja kau dapat membaca tulisan keberhasilan ku memindahkan mereka ke kampus asalnya. Jika kau tau, betapa bobroknya sistem akademis dan pelayanan kampus UNJ -_-
Bisa kau bayangkan? Pgsd adalah penyumbang terbanyak mahasiswa di fakultas, bahkan universitas. Berbicara mahasiswa, mereka adalah penyumbang terbesar untuk kampus. Tapi lihat? Mereka diperlakukan tidak sangat baik. Kembalikan saja pada kami, setidaknya kami akan menjaga adik adik kami dengan baik.
Endang. Rachmawati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Beerkomentarlah dengan bijak