Minggu, 27 September 2015

Pesan Secangkir kopi dan pisang bakar

Jakarta, 27 September 2015
18.13

     Setiba aku ingin minum kopi. Ah seberti kebetulan sekali, kopi yang kuingin kunjungi tutup rupanya. Yasudah aku pergi ke Warkop dekat rumah. Takut menyesal, kalau asal berhenti. Setidaknya aku pernah kesini. 
     Kau tau, aku memesan makanan yang sama. Saat pertama aku ke tempat ini. Pisang bakar dan kopi. Makanan seperti nenek nenek, haha. Tapi memang aku menyukai kopi, kopi panas tentunya. Tapi rasanya berbeda, entah mengapa.. Tak seenak dulu, mungkin sekarang karena engga terlalu lapar. Atau mungkin karena saat itu aku tidak sendirian disini. 
     Aku hanya mencoba memberi waktu pada diri sendiri, seperti yang lalu. Seperti 9 bulan yang lalu. Tapi sekarang aku merasa aneh, memang benar kata orang "makanan enak hanya ada tiga alasan, memang makanannya enak, makan saat lapar, atau dengan siapa kamu makan." Mungkin alasan kedua dan ketiga bisa menjadi masuk akal kenapa makanannya engga enak sekarang. 
     Aku suka menulis, karena menulis adalah terapi hati. Setidaknya baca saja, tak perlu berkomentar atau merasa itu untuknya atau itu untukku. Jika ibu berkata tulis di diary apa yang aku rasakan, lalu jika aku merasanya sekarang apa harus aku ke rumah, mencari pena, dan menulis. Ah aku pernah mencoba dan mood menulisku hilang semua. Biarkan kau anggap aku tak ada rahasia, setidaknya yang kubahas adalah rutinitas dan kisah cinta. Bukan masalah keluarga atau curhatan sahabat atau masalah lebih kompleks tentunya. 
    Sudah dulu ya aku mau lanjut makan. Dan bergegas pulang. Aku pura pura lupa atas warning ibu untuk pulang sebelum Magrib haha. See ya.. 

Endang Rachmawati


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beerkomentarlah dengan bijak

Hidup di Jakarta Akhir akhir ini

Jakarta, 10 Juli 2025 17.22 Hidup di Jakarta akhir-akhir ini kenapa menjadi seperti ini. Udara yang semakin memburuk membuat saya malah terk...