Kereta, 2 Maret 2016
07.30
Halo hari kedua di bulan Maret :D Halo kereta. Halo kamu yang sudah lama tidak bertemu, tadi kita papasan loh. Halo kesesakan yang semakin sesak hari ini.
Pagi ini ku awali dengan bangun terlambat. Sangat terlambat. Mungkin efek terlalu lelah pulang pukul 9 dua hari ini. Hari ini tidak aku saja yang terlambat bangun, tapi seluruh keluargaku. Alhasil kami terburu buru dalam segala hal, termasuk mandi. Untung saja aku sudah duluan masuk kamar mandi.
Pukul 06.30 aku dan Tyo sudah berangkat menuju stasiun terdekat. Tapi ada satu masalah, tiba tiba motor mati di tengah jalan. Setelah banyak hipotesis kami menyimpulkan bahwa bensinnya habis dan kami membelinnya di bensin eceran terdekat.
Sesampainya disana tempatnya belum buka namun ada kakek kakek di dalem. Kemudian beliau datang menghampiri dan aku bilang ingin membeli bensin. Ia memberikan botol kaca coca cola, dan memberikan corong bensin. Lantas ekspresi aku berubah bingung, di sana pak motornya. Aku sambil menunjuk tempatnya. Tiba tiba diluar dugaan aku malah disemprot alias diomeli.
"Engga tau orang lagi ribet apa. Tokonya belum buka, malah beli disini. Udah bagus saya kasih bensin, malah minta saya layanin juga. Di sini ada orang lagi sakit sakitan, saya capek. Bla bla" ekspresi aku langsung melongo, pagi pagi udah diomelin.
Setelah kejadian itu, aku sampai kampus terlambat. Soalnya berita awal dosennya tidak ada, namun tiba tiba pukul 8 ada pemberitahuan di grup kalau dosennya udah dateng. Yeah aku presentasi hari itu, sial. Masih di stasiun sudirman.
Sesampainya di kampus langsung aku masuk kelas, dan melanjutkan presentasi kelompok ku yang baru datang satu orang. Lalu aku memberikan print an makalah dan ppt kepada dosen.
Seusai presentasi, komentar pedas disampaikan dosen. Astaga saat dia mengangkat makalahnya, aku lupa jilid. Dosenku satu ini, berubah 180% dari semester sebelumnya. Aku lupa, satu hal makalah harus dijilid. Habis kelompok kami terkena kritikan pedasnya. Sebenarnya itu bukan tugasku untuk print materi. Sebenarnya kalau dikritik dosen aku tidak masalah, kau tau hal yang membuatku benci hari itu adalah temanku menyalahkan ku. Sial. Kita ini sekelompok, semua materi dikirim ke email ku, dan aku harus merapihkan dan menambahkan bab 1 dan 3.
Setelah makalah dikembalikan, terlihat coretan demi coretan. Kesalahan kata, spasi, dan lainnya. Dan temanku menyalahkan. Itu lebih dari menyebalkan. Nada suara, cara berbicara seakan menyiratkan 'masa seperti itu saja tidak bisa'
Ingin rasanya ku kutuk ia untuk berhenti bicara hari itu. Pantas dia tidak memiliki teman. Kebiasaan untuk memendam amarah, membuat perasaan ku kusut hari itu. Seusai presentasi, temanku memanggil dan bertanya "Nanti jajan ngga?" Aku menjawab dengan anggukan dan senyum sedikit kecut. Lalu aku mencari tempat duduk, tapi dia terus memanggilku. Temanku satunya lagi sedang berbicara denganku. Karena kesal ia terlalu berisik aku membentaknya. "Kenapa sih Is?" dengan suaraku meninggi. Pertahanan ku hancur, seketika temanku langsung diam dan memalingkan muka. Maaf.. Tidak seharusnya aku seperti itu..
Hari yang buruk.. Sangat buruk